Tuesday, January 21, 2014

Pengertian INTERNET BANKING,



Pengertian Internet Banking
Menurut sumber dari internet saya menemukan pengertian internet banking,internet banking adalah pemanfaatan tekhnologi internet, sebagai media untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan transaksi perbankan. Kegiatan ini menggunakan jaringan internet, sebagai perantara atau penghubung antara nasabah bank dan pihak bank. Selain itu, bentuk trasaksi yang dilakukan pun bersifat maya, atau tanpa memerlukan proses tatap muka antara nasabah dan petugas bank yang bersangkutan.
Internet Banking sering juga dikenal sebutan Eletronic Banking (e-banking), Cyberbanking, Virtual Banking, Home Banking
Pengertian E-commerce
PENGERTIAN E-GOVERNMENT
Pengertian E-Government atau definisi E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.
PENERAPAN E-GOVERNMENT DI INDONESIA
Kemajuan teknologi informasi memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama pada era globalisasi sekarang ini, kemajuan teknologi diperlukan dan dimanfaatkan dalam segala bidang. Salah satunya adalah pelayanan pemerintah kepada publik. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Selain itu pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, yang sering disebut dengan e-government (electronic government) atau sering disingkat dengan e-gov. Dengan adanya e-government, pelayanan bisa lebih cepat dan praktis, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang makin bertambah tiap tahunnya. Namun pada kenyataannya e-gov sering tidak dapat berjalan dengan lancar, baik di pemerintahan pusat maupun di beberapa pemerintahan daerah. E-gov sering diidentikan dengan suatu proyek sehingga bagi beberapa kepala daerah (pemerintah daerah) berasumsi bahwa untuk mengimplementasikan e-gov pasti membutuhkan biaya yang besar dan belum tentu dapat bertahan lama karena ada beberapa daerah yang sudah mengimplementasikan e-gov dengan sistem proyek, setelah proyek tersebut selesai, e-gov pun selesai (tidak berfungsi lagi). Dalam mengimplementaiskan e-gov, ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Antara lain:
1. Belum ada komitmen dari kalangan elite politik, dalam hal ini yaitu kepala daerah (pemerintah daerah) untuk melaksanakan e-gov dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jadi, meskipun sudah tersedia dana dan aparat yang kompeten dalam bidang teknologi informasi, e-gov tidak akan terlaksana.
2. Faktor Sumber Daya Manusia
Karena e-gov pada awalnya dilaksanakan dengan sistem proyek dan tidak adanya transformasi pengetahuan kepada aparat yang berwenang (bertugas sebagai operator yang mengupdate data), maka setelah proyek tersebut selesai, aparat tersebut kurang mampu untuk mengoperasikan programnya sehingga data yang tersedia tidak update lagi. Kemudian karena kurangnya kesadaran dari beberapa aparat di dinas-dinas setempat, maka aparat yang bertugas sebagai operator yang mengupdate data harus turun sendiri ke lapangan untuk mencari data yang diperlukan.
Namun ada salah satu kabupaten di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan e-gov di daerahnya. Terbukti kabupaten tersebut mendapatkan penghargaan “Best of The Best” E-Government Award 2009 versi Warta Ekonomi, yaitu Kabupaten Jembrana (Provinsi Bali), keunggulan Jembrana adalah penerapan kartu J-Card (Jembrana Card). Setiap warga jembrana yang memiliki J-Card dapat datang ke rumah sakit dan menunjukkan kartunya. Kartu akan ditempelkan ke mesin pembaca (card reader). Untuk otorisasi, si pasien cukup menempelkan tangannya. Di layar komputer akan terpampang riwayat medis si pasien dan pengobatan yang pernah diterimanya. Setelah diobati, si pasien boleh pulang dan cukup mengucapkan terima kasih.
Jembrana Card (J-Card) juga ternyata berfungsi ganda. Selain kartu berobat, kartu ini juga sekaligus menjadi KTP dan ATM. Dengan penggunaan J-Card sebagai KTP, pemerintah daerah bisa mengetahi jumlah, penyebaran dan tingkat ekonomi penduduknya. Menurut data, sudah 60% dari 263.000 warga Jembrana yang memiliki kartu J-Card. Manfaat penting lain implementasi J-Card adalah untuk pelaksanaan e-voting atau pemilu dengan sitem elektronik. Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting, rata-rata waktu yang dibutuhkan pemilih untuk memberikan suaranya hanya 25.83 detik. Tingkat keakuratan data hasil pemilihan bisa dipastikan akan lebih tinggi karena bebas dari kesalahan perhitungan manual dan kemungkinan manipulasi data seperti yang sering kita dengar pada pemilu tingkat nasional.
Prestasi kabupaten Jembrana dalam mengimplementasikan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat sepatutnya menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia. Pemerintah pusat atau provinsi bisa menginstruksikan ke seluruh jajaran pemerintah daerah di bawahnya untuk mencontoh dan menyempurnakan program J-Card yang sudah berjalan di kabupaten Jembrana. Dengan demikian diharapkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan mampu memberikan pelayanan publik yang memuaskan bagi warganya.
Untuk mengatasi beberapa kendala dalam mengimplementasikan e-gov, maka perlu adanya komitmen, baik dari kepala daerah maupun segenap jajarannya untuk mengimplementasikan e-gov, karena pada dasarnya dengan penerapan teknologi informasi dibidang pemerintahan akan membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kemudian, untuk melaksanakan e-gov sebaiknya tidak menggunakan sistem proyek tetapi cukup dengan menggunakan satu atau beberapa tenaga ahli yang kompeten dibidang teknologi informasi, sehingga update data selalu dapat dilakukan, biaya yang dikeluarkan pun lebih kecil. Selain itu, pemerintah pusat juga perlu memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang terbukti berprestasi dalam mengimplementsikan iptek untuk peningkatan kesejahteraan warganya, sehingga nantinya dapat memicu daerah tersebut dan juga daerah lain untuk menerapkan iptek dalam bidang pelayanan kepada masyarak

Apa yang dimaksud E-commerce?
E-commerce adalah electronic commerce, merupakan kumpulan teknologi, aplikasi, dan bisnis yang menghubungkan perusahaan atau perseorangan sebagai konsumen untuk melakukan transaksi elektronik, pertukaran barang, dan pertukaran informasi melalui internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
Kegiatan e-commerce ini merupakan aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berhubungan dengan transaksi komersial, misalnya: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), pemasaran online (online marketing), atau e-pemasaran (e-marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), dll.
Demikian penjelasan mengenai
Pengertian E-commerce.
Selain melalui ATM dan internet banking, layanan transaksi perbankan juga dapat dilakukan melalui SMS (Short Message Service) yang biasa disebut SMS Banking. Melalui SMS Banking, nasabah dapat melakukan transaksi berupa transfer uang, pembayaran tagihan, atau pengecekan saldo melalui handphone (HP). Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengirim sms ke nomor tertentu yang disediakan oleh pihak bank.
PENGERTIAN E-GOVERNMENT

Pengertian E-Government atau definisi E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.
PENERAPAN E-GOVERNMENT DI INDONESIA
Kemajuan teknologi informasi memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Terutama pada era globalisasi sekarang ini, kemajuan teknologi diperlukan dan dimanfaatkan dalam segala bidang. Salah satunya adalah pelayanan pemerintah kepada publik. Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Selain itu pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, yang sering disebut dengan e-government (electronic government) atau sering disingkat dengan e-gov. Dengan adanya e-government, pelayanan bisa lebih cepat dan praktis, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang makin bertambah tiap tahunnya. Namun pada kenyataannya e-gov sering tidak dapat berjalan dengan lancar, baik di pemerintahan pusat maupun di beberapa pemerintahan daerah. E-gov sering diidentikan dengan suatu proyek sehingga bagi beberapa kepala daerah (pemerintah daerah) berasumsi bahwa untuk mengimplementasikan e-gov pasti membutuhkan biaya yang besar dan belum tentu dapat bertahan lama karena ada beberapa daerah yang sudah mengimplementasikan e-gov dengan sistem proyek, setelah proyek tersebut selesai, e-gov pun selesai (tidak berfungsi lagi). Dalam mengimplementaiskan e-gov, ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Antara lain:
1. Belum ada komitmen dari kalangan elite politik, dalam hal ini yaitu kepala daerah (pemerintah daerah) untuk melaksanakan e-gov dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jadi, meskipun sudah tersedia dana dan aparat yang kompeten dalam bidang teknologi informasi, e-gov tidak akan terlaksana.
2. Faktor Sumber Daya Manusia
Karena e-gov pada awalnya dilaksanakan dengan sistem proyek dan tidak adanya transformasi pengetahuan kepada aparat yang berwenang (bertugas sebagai operator yang mengupdate data), maka setelah proyek tersebut selesai, aparat tersebut kurang mampu untuk mengoperasikan programnya sehingga data yang tersedia tidak update lagi. Kemudian karena kurangnya kesadaran dari beberapa aparat di dinas-dinas setempat, maka aparat yang bertugas sebagai operator yang mengupdate data harus turun sendiri ke lapangan untuk mencari data yang diperlukan.
Namun ada salah satu kabupaten di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan e-gov di daerahnya. Terbukti kabupaten tersebut mendapatkan penghargaan “Best of The Best” E-Government Award 2009 versi Warta Ekonomi, yaitu Kabupaten Jembrana (Provinsi Bali), keunggulan Jembrana adalah penerapan kartu J-Card (Jembrana Card). Setiap warga jembrana yang memiliki J-Card dapat datang ke rumah sakit dan menunjukkan kartunya. Kartu akan ditempelkan ke mesin pembaca (card reader). Untuk otorisasi, si pasien cukup menempelkan tangannya. Di layar komputer akan terpampang riwayat medis si pasien dan pengobatan yang pernah diterimanya. Setelah diobati, si pasien boleh pulang dan cukup mengucapkan terima kasih.
Jembrana Card (J-Card) juga ternyata berfungsi ganda. Selain kartu berobat, kartu ini juga sekaligus menjadi KTP dan ATM. Dengan penggunaan J-Card sebagai KTP, pemerintah daerah bisa mengetahi jumlah, penyebaran dan tingkat ekonomi penduduknya. Menurut data, sudah 60% dari 263.000 warga Jembrana yang memiliki kartu J-Card. Manfaat penting lain implementasi J-Card adalah untuk pelaksanaan e-voting atau pemilu dengan sitem elektronik. Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting, rata-rata waktu yang dibutuhkan pemilih untuk memberikan suaranya hanya 25.83 detik. Tingkat keakuratan data hasil pemilihan bisa dipastikan akan lebih tinggi karena bebas dari kesalahan perhitungan manual dan kemungkinan manipulasi data seperti yang sering kita dengar pada pemilu tingkat nasional.
Prestasi kabupaten Jembrana dalam mengimplementasikan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat sepatutnya menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia. Pemerintah pusat atau provinsi bisa menginstruksikan ke seluruh jajaran pemerintah daerah di bawahnya untuk mencontoh dan menyempurnakan program J-Card yang sudah berjalan di kabupaten Jembrana. Dengan demikian diharapkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia akan mampu memberikan pelayanan publik yang memuaskan bagi warganya.
Untuk mengatasi beberapa kendala dalam mengimplementasikan e-gov, maka perlu adanya komitmen, baik dari kepala daerah maupun segenap jajarannya untuk mengimplementasikan e-gov, karena pada dasarnya dengan penerapan teknologi informasi dibidang pemerintahan akan membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kemudian, untuk melaksanakan e-gov sebaiknya tidak menggunakan sistem proyek tetapi cukup dengan menggunakan satu atau beberapa tenaga ahli yang kompeten dibidang teknologi informasi, sehingga update data selalu dapat dilakukan, biaya yang dikeluarkan pun lebih kecil. Selain itu, pemerintah pusat juga perlu memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang terbukti berprestasi dalam mengimplementsikan iptek untuk peningkatan kesejahteraan warganya, sehingga nantinya dapat memicu daerah tersebut dan juga daerah lain untuk menerapkan iptek dalam bidang pelayanan kepada masyarak
Pengertian E-government

Setelah sebelumnya membahas Pengertian E-Commerce kali ini akan membahas Pengertian E-goverment. Pengertian E-goverment adalah istilah mengenai kegiatan pemerintahan yang menggunakan media teknologi dan informasi, dalam memberikan informasi dan pelayanan untuk warganya, serta hal-hal yang lainnya yang berhubungan dengan pemerintahan.
E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi public yaitu:
-    Untukmenyampaikan pelayanan public.
-    Untuk meningkatkan efisiensi internal.
-    Proses kepemerintahan yang demokratis.
Model penyampaian yang utama pada E-government
adalah
-    Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C).
-    Government-to-Business (G2B).
-    Government-to-Government (G2G).
Keuntungan yang paling diharapkan dari
e-government adalah aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik , kenyamanan, peningkatan efisiensi.

Pengertian Hak Cipta

 Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pengertian E-Government atau definisi E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

Cyberspace adalah


Cyberspace adalah, arti Cyberspace



Berikut ini adalah arti dari kata Cyberspace yang ada dalam bidang pelajaran komputer, internet, teknologi informasi komunikasi, dan berbagai hal yang mencakup komputer. Sumber: internet dan buku
Cyberspace : Istilah yang berhubungan dengan kumpulan komputer yang data elektroniknya dapat diakses. Jika komputer berhubungan dengan Internet atau jaringan besar lainnya, maka komputer yang bersangkutan merupakan bagian dari cyberspace. Istilah cyberspace dikenalkan pertama kali oleh seorang pengarang William Gibson dalam novelnya Neuromancer.

Pencarian Lain
alternatif pencarian lain yang dapat anda gunakan untuk mencari definisi dari arti kata  Cyberspace adalah  yang lebih baik dan lengkap bisa anda cari di wikipedia dan mencari di mesin pencari lainnya. misalnya di situs pencari google, yahoo, bing, dan lain-lain.



CYBERCRIME
Cybercrime dapat diartikan sebagai kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorangdengan menggunakan sarana komputer.dengan kemajuan internet,dimana komputer-komputerdi dunia terhubung satu dengan yang lain, cybercrimepun tedak lepas dari peranan internet.dengan kata lain,cybercrime juga diartikan sebagai kejahatan yang dilakukan di internet atau dunia maya


VIRUS

Vurus adalah sebuah program kecilyang mempunyai kemampuan menggandakan diri sendiri dan bersifat merusak atau mengganggu komputer yang terinveksi olehnya.virus komputer biasanya menempel pada file atau program tertentu dan kemudian menggandakan diri atau melakukan aktifitasnya apabila file ata program yang sudah dijangkitintersebut dijalankan.

Data-data yang sering ditukarkan di internet biasanya berupa file-file. Kadang-kadang file-file tersebut yang sudah diinfeksi oleh virus.file yang sudah terinfeksi virus tersebutpun kemudian menyebar di internet.kecepatan internet dalam mengomunikasikan data menyebabkan virus-virus yang adapun dapat menyebar dengan cepat.

PHISING

Phising adalah bentuk kejahatan cyber yang dirancang untuk menecoh orang lain agar memberikan data-data pribadinya ke situs yang disiapkan oleh pelaku.situs tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai situs resmi milik perusahaan tertentu.korban kemudian diminta memberikan data-data pribadinya di situs palsu tersebut.data-data tersebut dapat berupa user ID,password,PIN,dan sebagainya.data-data tersebut kemudian pelaku untuk hal-hal yang megikan korbannya.


ILLEGAL CONTENT

illegal content adalahbentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu halyang tidak benar dan tidak sesuai dengan norma-norma dengan tujuan untuk merugikan orang lainatau untuk menimbulkan kekacauan.


CARDING

Carding adalah kejahatan penipuan dengan menggunakan kartu kredit (credit card fraud).penipuan tersebut bdilakukan dengan cara  mencuri data-data nomor kartu kredit orang laindan kemudian menggunakannya untuk transaksi di internet


DATA FORGERY

Data forgery adalahbentuk cybercrime yang dilakukan dengan cara memasukkan data-data yang tidak benar.

OFFENSE AGAINST INTELLECTUAL PROPERTY
Adalah bentuk kejahatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia.apabila data-data pribadi ini diketahui orang lain,maka dapat merugikan pemilik data.

PENGERTIAN INFRINGEMENT OF PRIVACY

A.  PENGERTIAN INFRINGEMENT OF PRIVACY
a.       Pengertian Privacy menurut para ahli
-          Kemampuan seseorang untuk mengatur informasi mengenai dirinya sendiri.
[Craig van Slyke dan France Bélanger]
-           Hak dari masing-masing individu untuk menentukan sendiri kapan, bagaimana, dan untuk apa penggunaan informasi mengenai mereka dalam hal berhubungan dengan individu lain.[Alan Westin]

b.      Pengertian Privacy
Kerahasiaan pribadi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi kadang dihubungkan dengan anonimitas walaupun anonimitas terutama lebih dihargai oleh orang yang dikenal publik. Privasi dapat dianggap sebagai suatu aspek dari keamanan.
Hak pelanggaran privasi oleh pemerintah, perusahaan, atau individual menjadi bagian di dalam hukum di banyak negara, dan kadang, konstitusi atau hukum privasi. Hampir semua negara memiliki hukum yang, dengan berbagai cara, membatasi privasi, sebagai contoh, aturan pajak umumnya mengharuskan pemberian informasi mengenai pendapatan. Pada beberapa negara, privasi individu dapat bertentangan dengan aturan kebebasan berbicara, dan beberapa aturan hukum mengharuskan pemaparan informasi publik yang dapat dianggap pribadi di negara atau budaya lain.
Privasi dapat secara sukarela dikorbankan, umumnya demi keuntungan tertentu, dengan risiko hanya menghasilkan sedikit keuntungan dan dapat disertai bahaya tertentu atau bahkan kerugian. Contohnya adalah pengorbanan privasi untuk mengikut suatu undian atau kompetisi; seseorang memberikan detail personalnya (sering untuk kepentingan periklanan) untuk mendapatkan kesempatan memenangkan suatu hadiah. Contoh lainnya adalah jika informasi yang secara sukarela diberikan tersebut dicuri atau disalahgunakan seperti pada pencurian identitas.

Privasi sebagai terminologi tidaklah berasal dari akar budaya masyarakat Indonesia. Samuel D Warren dan Louis D Brandeis menulis artikel berjudul "Right to Privacy" di Harvard Law Review tahun 1890. Mereka seperti hal nya Thomas Cooley di tahun 1888 menggambarkan "Right to Privacy" sebagai "Right to be Let Alone" atau secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai hak untuk tidak di usik dalam kehidupan pribadinya. Hak atas Privasi dapat diterjemahkan sebagai hak dari setiap orang untuk melindungi aspek-aspek pribadi kehidupannya untuk dimasuki dan dipergunakan oleh orang lain (Donnald M Gillmor, 1990 : 281). Setiap orang yang merasa privasinya dilanggar memiliki hak untuk mengajukan gugatan yang dikenal dengan istilah Privacy Tort. Sebagai acuan guna mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran Privasi dapat digunakan catatan dari William Prosser yang pada tahun 1960 memaparkan hasil penelitiannya terhadap 300 an gugatan privasi yang terjadi. Pembagian yang dilakukan Proses atas bentuk umum peristiwa yang sering dijadikan dasar gugatan Privasi yaitu dapat kita  jadikan petunjuk untuk memahami Privasi terkait dengan media. 
Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. tingkatan privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai oleh orang lain. adapun definisi lain dari privasi yaitu sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan pilihan atau kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan. privasi jangan dipandang hanya sebagai penarikan diri seseorang secara fisik terhadap pihak pihak lain dalam rangka menyepi saja.
Teknologi internet ini melahirkan berbagai macam dampak positif dan dampak negatif. Dampak negatif ini telah memunculkan berbagai kejahatan mayantara (cyber crime) yang meresahkan masyarakat Internasional pada umunya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Kejahatan tersebut perlu mendapatkan tindakan yang tegas dengan dikeluarkan Undang-Undang terhadap kejahatan mayantara yaitu dengan dikeluarkan UU no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Ekonomi, yang merupakan usaha untuk memberikan kepastian hukum tentang kerugian akibat cyber crime tersebut. Undang-Undang ini akibat dari lemahnya penegakan hukum yang digunakan sebelumnya yang mengacu pada KUHP dan peraturan perundingan lain seperti hak cipta, paten, monopoli, merek, telekomunikasi dan perlindungan konsumen.
Kejahatan Mayantara ini bersifat transnasional, dan karena kasusnya sudah sedemekian seriusnya, sehingga selain hukum nasional juga dalam konvensi-konvensi internasional sehingga perlu kepastian hukum dalam mencegah dan menanggulanginya. Berbagai upaya digunakan dalam menindak pelaku cyber crime dengan Undang-Undang yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan teknologi informasi di Indonesia.
UNAUTHORIZED ACCES
Adalah bentuk kejahatan yang dilakukan dengan cara memasuki komputer atau jaringan komputer secara tidak sah atau tanpa izin.penyusupan dilakukan secara diam-diam dengan memanfaatkan sistem keamanan jaringan komputer yang disusupi.biasanya ,penyusupan dilakukan dengan tujuan mencuri informasi penting dan rahasia.
CRACKER
Adalah pelaku penyusupan komputer atau jaringan komputer secara tidak sah atau tanpa izin.biasanya,penyusupan dilakukan dengan tujuan mencuri informasi penting dan rahasia,sabotase
HACKER
Adalah pelaku penyusupan komputer atau jaringan komputer yang hanya sekedar tertantang untuk menguji kemampuannya dan menguji keandalan sistem keamanan komputer yang disusupinya.
CARDER
Carder adalah pelaku kejahatan penipuan dengan menggunakan kartu kredit(credit card fraud),dan marak terjadi di Indonesia dan beberapa negara lainnya seperti nigeria,ukraina,dan pakistan.
ANTI VIRUS
Adalah sebuah program yang mempunyai peran untuk melindungi dan mengantisipasi komputer dari serangan virus. Namun,perlu diketahui bahwa anti virus belum menjamin komputer akan bebas dari serangan virus.untuk mencegah komputer terhindar dari infeksi virus perlu dilakukannyaa menginstal anti virus,update database program anti virus secara teratur,berhati-hati dalam menjalankan file baru,mewaspadai kerusakan komputer sejak awal,dan membuat backup data secara teratur.
Saat ini ada banyak antivirus yang beredardi pasaran yang cukup handal, antara lain :AntiVir,AVG Anti-Virus,McAfee Virus Scan,dan Norton AntiVirus

PENGERTIAN CYBER LAW
Cyberlaw adalah hukum yang digunakan didunia maya (cyber space) yang umumnya diasosiasikan dengan internet. Cyberlaw merupakan aspek hukum yang ruang lingkupnya meliputi suatu aspek yang berhubungan dengan orang perongan atau subyek hukum yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi internet yang dimulai pada saat online dan memasuki dunia cyber atau duni maya. Cyberlaw sendiri merupakan istilah yang berasal dari Cyberspace Law. Cyberlaw akan memainkan peranannya dalam dunia masa depan, karena nyaris tidak ada lagi segi kehidupan yang tidak tersentuh oleh keajaiban teknologi dewasa ini dimana kita perlu sebuah perangkat aturan main didalamnya.

Pengertian IP spoofing adalah metode menyembunyikan alamat IP dengan membuat paket IP yang berisi alamat IP palsu dalam upaya untuk meniru koneksi lain dan menyembunyikan identitas ketika Anda mengirim informasi. Bagi yang belum mengetahui apa itu ip address silahkan baca disini.Istilah spoofing kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada kepala pemalsuan , penyisipan informasi palsu atau menyesatkan dalam e-mail atau netnews header. Header dipalsukan digunakan untuk menyesatkan penerima, atau jaringan aplikasi, mengenai asal dari pesan. Ini adalah teknik umum spammer dan sporgers , yang ingin menyembunyikan asal usul pesan mereka untuk menghindari pelacakan.
Cara kerja IP Spoofing
Internet Protocol atau IP digunakan untuk mengirim dan menerima data melalui Internet dan komputer yang terhubung ke jaringan. Setiap paket informasi yang dikirimkan diidentifikasi dengan alamat IP yang berisi sumber informasi.
Ketika IP spoofing digunakan informasi yang terungkap pada sumber data yang tidak sebenarnya sumber informasi. Sebaliknya sumber berisi alamat IP palsu yang membuat paket informasi seperti itu dikirim oleh orang dengan alamat IP. Jika Anda mencoba untuk menanggapi informasi tersebut, akan dikirim ke alamat IP palsu kecuali hacker memutuskan untuk mengarahkan informasi ke alamat IP sebenarnya.
Tujuan IP Spoofing Digunakan
IP spoofing digunakan untuk melakukan kegiatan kriminal online dan untuk pelanggaran  keamanan jaringan . Hacker menggunakan IP spoofing sehingga mereka tidak terjebak spamming dan untuk memperbuat serangan penolakan layanan. Ini adalah serangan yang melibatkan sejumlah besar informasi yang dikirim ke komputer melalui jaringan dalam upaya untuk merusak seluruh jaringan.
IP spoofing juga digunakan oleh hacker untuk menembus  keamanan jaringan dengan menggunakan alamat IP palsu yang mencerminkan salah satu alamat di jaringan. Dengan kata lain dia bisa menggunakan username dan password beserta ip address yang sah pada sebuah jaringan ketika menggunakan metode IP Spoofing.
Pencegahan IP Spoofing
Hal ini dimungkinkan untuk melindungi jaringan terhadap IP spoofing dengan menggunakan penyaringan Ingress yang menggunakan paket untuk menyaring lalu lintas inbound. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menentukan apakah paket yang datang dari dalam sistem atau dari sumber luar.
Transmission Control Protokol (TCP) juga dapat digunakan melalui urutan nomor yang digunakan untuk membuat sambungan aman ke sistem lain. Metode ini dapat ditingkatkan dengan mencabut sumber routing pada jaringan untuk mencegah hacker dari mengeksploitasi beberapa potensi terjadinya spoofing.

Pengertian dan Contoh e-Government

Pengertian dan Contoh (G2C , G2B, G2G)
(Tugas Internet&Intranet)
a. Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C)
Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,
contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,
Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
b. Government-to-Business (G2B)
Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.
Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
c. Government-to-Government (G2G)
Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.
Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu

Tuesday, December 10, 2013

permainan BOLA BESAR dalam olahraga



BAB 1 
PERMAINAN BOLA BESAR
 
A.               Sepakbola
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGhl7XGsQU6KJjq9KOTBj5s3O5cKWeonM0kPdsM8_k-3hnvRThAVKuEPzdcDCaOquxsnFWFUwSVtHTkc2g1wIJsM9T_1x6MwoES3V6uJ_Qqs04us5J1fz3xjXu2s_DitygWmvbjaCqoX-k/s320/ibrahimovic.jpg 
Sepakbola adalah permainan olahraga beregu bola besar yang terdiri dari dari 11 orang tiap regu dimainkan di atas lapangan persegi panjang. Permainan ini dipimpin oleh seorang wasit dan dibantu hakim garis.
1.     Teknik Menyundul Bola (Heading)
2.   Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
3.   Teknik Menahan Bola (Holding)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTHEubeHxBSlbmTM_De9r_yf84fXaEfm7FHhmq4eZgS-n6glWowg69_m9_d7pIr-P9L0qA9cjjO3c4NK0ndUCvuQhCl6NdudpgjnB4hhRONWHiXzXmWSOhAlwulNXFK1qUOqoBJhyrK9Rr/s200/65524_voli_all_stars_proliga.jpg 
B.      Bola Voli
1.  Keterampilan gerak dasar Servis Atas
2.  Keterampilan Teknik Dasar Membendung
3.  Keterampilan Teknik Dasar Smes
BAB 2
PERMAINAN BOLA KECIL 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiocwYNqR_F_wToqI2Zj8EGup8AJC5kVapq1O9Oz0-jFuYMuMGNpgq9CiD0YheSt1xg8BAXKKxc_ZSARpeZJhMQJ4ZcWibEqoA2s5vlaKLSIprCQuHR6Jqv-TV9J3XIelCKSk2qWlyMlaqY/s320/pujolsstep3.jpgA.        Softball
Permainan softball merupakan permainan beregu yang menyerupai rounders. Dimana teknik dasarnya meliputi gerakan lempar tangkap bola, memukul dan lari. Softball merupakan permainan beregu yang dilakukan di luar ( outdoor ) dengan setiap regu yang terdiri dari 9 orang.
1.   Teknik Melempar Bola
      a. melempar lurus
      b. melempar samping
      c. melempar bawah
      d. pitching sling shoot dan wind mill.
2.    Teknik Menangkap Bola
      a. Teknik menangkap bola lambung (catch fly ball)
      b. Teknik menangkap bola lurus (catch strike ball)
      c. Teknik menangkap bola gulir (catch ground ball)
3.    Teknik Dasar Memegang Stik
       a. Pegangan panjang (bawah),
       b. Pegangan tengah
       c. Pegangan atas
4.    Teknik Memukul dalam Permainan Softball
      Tujuan memukul adalah menyerang lawan agar memperoleh nilai untuk meraih kemenangan.
  
B.        Bulutangkis
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHcGUajyTbOb49ppGF_o5hSI1qrVKNeJgTfVle6uJRPr6ucvXhj7_sQRk1Kim31uL291YzvcCVjclPVrUXO5EnwA62Hd2s-aiChtLs9IU2yAC1fERQt4f7rgt8UXL1Su-fO5Ff0qbss-ct/s200/Foto0146.jpg
Servis pendek backhand

Dalam permainan yang sebenarnya, permainan bulutangkis menggunakan bola dengan ukuran sebagai berikut : 
1.      Berat bola antara 4,75 – 5,5 gram.
2.      Jumlah bulu 14-16 helai yang panjangnya antara 4 mm – 20 mm
3.      Bulu ditancapkan pada gabus berdiameter 25 – 28 mm.

4.
      Garis tengah bulu bagian atas 54 mm.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5nnvyUL0_tIgW5I4kfAnSIeMj2uTpBe8w3q8Zyh6efSxrnh-F9PoWNnOqadqE0tZxiRwKBWC_1DUryS1Aw-Ij6QlNtIOkszsgQCIuZt2zOREh9oVAoy-MFTZw-rlsiXqN0b49_mUDJdA2/s320/Foto0150.jpg
Anwar Nasrudin sedang melakukan smes


1.
                   Teknik Dasar Servis
a.       Teknik dasar servis panjang forehand
b.      Teknik dasar servis pendek forehand
c.       Teknik dasar servis pendek backhand
2.                   Teknik Dasar Pengembalian Servis
a.       Pengembalian servis panjang (pada permainan tunggal)
b.      Pengembalian servis pendek (pada permainan ganda)
BAB 3 
ATLETIK

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQK0J_jprkzinkdH5st_OEeCoaaUy7gwiZbx_km1cdmYkNxVf4QqqhUSYf4_ABDbogxX0L6gq0Hzvq01J54ad-JCbrG125v8lOXLNXFSoLkXkuSgTx8iGSkg0ogkXTy1M5w6NBevETmbz0/s320/Porad220609-2.jpgA.      Lari Jarak Menengah
Lari jarak menengah yaitu lari yang dilakukan pada lintasan melingkar atau track dengan menempuh jarak 800 m dan 1500 m. Menggunakan start berdiri dan kecepatan relatif cepat.
1.                  Teknik dasar yang harus dikuasai Pelari
a.                    Start, start dalam lari jarak menengah menggunakan start berdiri
b.                   Sikap badan saat lari condong ke depan dan sikap badan saat masuk finis adalah tundukkan badan ke depan dan pandangan ke arah depan.



2.
                Faktor penting dalam Lari Jarak Menengah
a.       Gaya (style)
b.      Daya tahan tubuh (stamina)
c.       Kecepatan (speed)
d.      Pertimbangan langkah (space judgment)
e.       Kepemimpinan (leadership)
B.                Lempar Lembing Awalan Langkah Jingkat (Hop-Step)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9BwIAmBjzoFbp10whalFJxvl3pApdErUel0ua-VEggg8NYOYDwyPqGJhWrEZX_2woglXJggjvoNnnnaqFMCM7qotWFwtl8gQhXvXvo3ejcusmS-NEjC5Sr2kXJMlpW-reWDqnnTi51_hP/s320/17atletik2.jpg
1.                  Cara memegang lembing
a.                        Cara Amerika
b.                       Cara Finlandia
c.                        Cara Pegangan Tang
2.                  Cara melempar lembing
a.                        Tanpa awalan
b.                       Dengan awalan
3.                  Gerak Ikutan (Follow Trought)
Gerak ikutan adalah gerakan setelah melempar lembing.
4.                  Sarana dan Prasarana Lempar Lembing
a.                    Alat
Alat dalam lempar lembing, antara lain meteran, bendera kecil, dan lembing.
Putra :                                                                          Putri:
Berat : 800 gram                                                          Berat : 600 gram
Panjang : 260-280 cm                                                  Panjang : 220-230 cm
Panjang lilitan : 14-16 cm                                            Panjang lilitan : 14-16 cm
b.                   Prasarana/lapangan
Panjang : 4 m
Lebar : 260 – 280 cm
Besar sudut sektor lemparan : 30 0
5.                  Peraturan
a.                   Melakukan lemparan dari lintasan lapangan
b.                   Hasil lemparan harus menancap
c.                   Pemenang adalah yang dapat melemparkan paling jauh
d.                  Setelah melempar, peserta harus keluar.
BAB 4 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqWyJ7lb18VG4GvDzpByncU0NiLdymVfjLCnxwUCgPvWg4DiZ25ZaTmIACQkgrnKm11bva57sact8G8ORrReM3jIfkn5LUXMvDoKsPC8H4oa31MdSyYC8DUtUrCVycIcG9BcE4relt7xDp/s320/Pencak_Silat.jpg
BELA DIRI
A.               Pencak Silat
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia terdiri dari gerakan jasmai yang lemah gemulai namun penuh bertenaga dan dilandasi rohani yang berbudi pekerti luhur. Mengandung unsur bela diri, olahraga, seni dan budaya yang berisi teknik pembelaan dan penyerangan.
1.                Bentuk Latihan Gerakan
a.                 Langkah
b.                 Tangkisan
1)                  Tangkisan luar
2)                  Tangkisan dalam
3)                  Tangkisan silang tinggi
4)                  Tangkisan halang rintang
c.                 Elakan
2.                Gerakan serangan tangan atau kaki
a.                   Jenis serangan tangan/pukulan
1)                  Serangan arah depan
2)                  Serangan arah samping
3)                  Serangan siku depan, samping, belakang, serong, dan bawah
b.                   Jenis serangan kaki/tendangan
1)                  Serangan kaki
2)                  Serangan lutut
3.                Tangkapan
a.                   Tangkapan tangan
b.                   Tangapan dengan lengan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZdxjaElGlAe2L5sSRFmvfYseqdpFN059sPA1m0fy9fVusms8G9NIh1hRAv90Jef3fK7HDp_2ch9zEhyRmZIbcxCjNNtggq9Vdw1wt9WpTqkwHv1oj05i_pY4XR4wp5g5V5_3sNNad2lVH/s200/b1_855.gifBAB 5
KEBUGARAN JASMANI
A.                 Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari hari tanpa kelelahan.
B.                 Latihan kekuatan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_TKmTq6qPDY3BmrfODhC2VLXmiX6J0awusfl7W1VAbD8lvbZZpaJfzntcnruNBfFj3tY4l05qCaDeiIfOxSW_PPiagRXajkMoglRE1Z7oVCIVh2cJ9Jh93aRZ0Ot4TbNuqX2Hhpex7iDJ/s200/situp.jpg
1.      Push up (otot tangan)
2.      Pull up (otot tangan)
3.      Sit up (otot perut)
4.      Back up (otot punggung)
5.      Latihan kekuatan otot kaki
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNvcQzyTIO0vRPyugrYwHT773E6ortJCEKCRon58Sn5qr16mHtRt2U0pWlromNuhub8RWlVLhlQqC8t3-RVOAXD2qcujm4EvTm9Zm8ziYGwFLQkrXzr27LGgYN7Nu_X8712_3tgPwSaGo5/s200/USMC_Marine_Corps_pull_up.jpgC.                 Latihan Daya Tahan
1.      Two arms press
2.      Latihan otot tangan
3.      Latihan otot punggung
4.      Latihan otot kaki
BAB 6
AKTIVITAS SENAM DAN RITMIK
A.               Senam Lantai
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm7lEnahLmfYE7zWQWprV5HXkWSA74evz1Hb7RXY-8m1tPqxy97I66qZEWFogvolc_oUhfugCL4yi_NcdyvCB2kFEClxuUVG9uq9tYVR9lZsjL8tcY10fM3FWF2ysmBkdiP5OWFXV4GTK3/s320/senam+lantai.jpg1.                   Gerakan Meroda
Gerakan meroda adalah gerakan dalam senam lantai yang dilakukan menyerupai roda dengan tumpuan kedua tangan.
2.                   Guling Lenting
Guling lenting merupakan gerakan variasi antara menggulingkan badan dan tendangan kedua kaki.
3.                   Gerak rangkaian pada senam lantai
Gerak rangkaian adalah dua gerakan atau lebih yang dilakukan secara berurutan dengan waktu relatif singkat.
a.                   Rangkaian meroda dan guling lenting
b.                   Rangkaian guling depan dan guling lenting
c.                   Rangkaian meroda dan guling depan
B.               Senam Irama Menggunakan Gada
1.     Gada
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgABatm8M4RQj6quO1esu0CWAieIW4ZfhX_if8giSyWRYmXEEt2uy6x6fM4KQCFGiZJqtF20ziYrFdfnHHBBYBWWUB23KrADTMc34npJXNCB2YC1kEZbtB5RcS2YszSZayd_J0ZozR6VZiz/s320/Hanuman-Gada-11021_image.jpgGada memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Kepala gada berdiameter 3 cm
b.      Leher gada berdiameter 2,2 cm
c.       Kaki dasar lebih kecil dengan diameter 2,5 cm
d.      Panjang gada 40-50 cm dan berat 150 gram.
2.      Teknik Memegang Gada
a.       Pegangan biasa (reguler grip)
b.      Pegangan berlawanan (reserve grip)
c.       Pegangan biasa atau pegangan atas
d.      Pegangan berlawanan atau pegangan bawah
3.      Bentuk latihan gerakan menggunakan badan
a.       Gerakan mengayun
b.      Gerakan mengangkat
c.       Gerakan memutar

BAB 7
RENANG
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcah4h7nCaqYRH0m-DM0EqfC3wKy1n-WdNsBfn8Ehd48TzXNyKxuyacn2KIJbSWo52bDD9fYzumRI1sUaopFbvlfAl0MnEbxv5xqRHJczH5L62pxYWVKbHaUPSZ9l3Tab5Mjf_I16fUJPy/s320/100708-RenangRekor.jpgA.               Renang Gaya Bebas
Renang adalah sikap badan mengapung di permukaan air dengan melakukan gerakan kaki ataupun tangan dapat bergerak maju dengan bernapas secara bebas.
1.                   Teknik Gerakan kaki
2.                   Teknik gerakan tangan
3.                   Teknik pengambilan napas
4.                   Teknik gerakan renang gaya bebas

BAB 8
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJE8ihd0B6W3fVZLfWwDTnKfEfq0XaKmOHt77i23kFXkzdvMMFWMfREIOuoxHqSdwQ8vVrw9NAxbO8jFddQ9V2SS8Mq82sYvDixqMZnzSBb5JaChHr-g9m8NSbE9AuHG9l2OIwlJ1Paq3b/s320/boyz-n-galz.jpg
BUDAYA HIDUP SEHAT
A.               Budaya Hidup Sehat dalam Hubungan Seks
Hubungan seks merupakan hubungan layaknya dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah untuk melestarikan keturunan.
1.      Pengertian Hubungan Seks Bebas

Hubungan seks bebas adalah hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan diluar pernikahan yang sah.
2.      Bahaya dan Dampak Seks bebas
a.       Merusak mental seseorang
b.      Menularnya berbagai penyakit seks
c.       Timbulnya kekerasan, dll.
3.      Tindakan pengendalian diri
a.       Remaja perlu mengetahui akibat buruk dari hubungan seks
b.      Pengamalan pendidikan agama
c.       Pengendalian diri yang kuat
d.      Tidak melanggar norma agama, dll.
B.     Usaha Menolak Budaya Seks Bebas
1.      Pengendalian diri dan percaya diri
2.      Hindari pacaran yang tidak sehat
3.      Hindari berduaan dengan pacar di tempat yang sepi dan tertutup
4.      Memilih teman yang berakhlak baik, dll.




RANGKUMAN MATERI PENJAS KELAS VII
Tentang SEPAK BOLA
Sepak bola berasal dari negara Inggris. F.A (Football Association) didirikan Inggris tanggal 26 Oktober 1863. FIFA ( Federation International de Football Association) didirikan di Paris, Perancis, pada tanggal 21 Mei 1904. Indonesia mengenal sepak bola, sejak tahun 1930, dengan dibentuknya PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) di Jogjakarta.
            Teknik dasar sepak bola adalah menendang bola, menghentikan bola, menggiring bola, menyundul bola, dan melempar bola. Posisi pemain sepak bola terdiri atas 4 bagian, yaitu penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah, dan pemain depan. Koordinasi dan kerja sama antar pemain satu tim dilakukan. Masalah atau konflik dalam pemain sepak bola sering muncul dikarenakan adanya pelanggaran ringan, sedang , dan berat. Masalah itu akan diselesaikan oleh wasit. Wasit berkuasa penuh dilapangan. Wasit bertindak adil dan disiplin dalam menjalankan ketentuan permainan. Waktu permainan adalah 2 X 45 menit dengan istirahat 15 menit.
            Bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. 1948 didirikan IVBF (International volley ball Federation). Tahun 1928 Indonesia mengenal permainan bola voli dan pada tanggal 22 Januari 1955, di Jakarta didirikan PBVSI ( Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). Teknik dasar bola voli: servis, passing, smash, dan block. Komposisi pemain terdiri dari atas 6 pemain, yaitu : 4 smasher, 1 tosser dan 1 all around player.
            Permainan bola basket diciptakan oleh James A. Naismith, pada tahun 1891 di YMCA (Young Man Christian Association), Massachussett, Amerika Serikat. Teknik dasar bola basket adalah dribel, passing, shooting, pivot, lay up, dan rebound. Koordinasi gerakan antara pemain, yaitu devensive (bertahan) dan offensive (menyerang). Peraturan dalam permainan bola basket terdiri atas 5 pemain dalam satu regu. Lamanya permainan 2 X 20 menit, dengan istirahat 10 menit.  
            George Hansock adalah orang Amerika Serikat yang menciptakan permainan softball di Chicago pada tahun 1906. Peraturan permainan dibuat oleh leuwis robert pada tahun 1916 dan diperbaiki oleh mattew. Pada tahun 1968 softball diperkenalkan di Asia di kejuaraan Manila. Di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.
            Teknik dasar softball yaitu memegang stik, memukul, melempar, mengggulirkan bola, dan sliding. Mematikan lawan dengan men-tick atau membakar base. Mendapatkan angka, yaitu setiap memukul dapat melewati setiap base I, II, III, dan kembali ke base IV.
            Asal muasal permainan bulutangkis pada zaman kerajaan Inggris abad ke 12. Di India di Poona sampai tahun 1870. Dinamakan Badminton karena tempat bermain permainan ini adalah di kota Badminton, Gloucestershine. Organisasinya di Indonesia dikenal dengan nama PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dibentuk tahun 1951, sedangkan di dunia IBF tahun 1934. Teknik dasar bulu tangkis adalah forhand, backhand, service, netting, lob, dan chop.
            Mayor W.C. Wingfield memperkenalkan tenis di pesta wales tahun 1873. Di Indonesia diperkenalkan oleh Dr. Haitep. Teknik dasar tenis adalah memegang raket, forhand, backhand, service, pukulan voli, chop, lob, dan smash.
            Tenis meja populer di Inggris abad ke 19 dengan nama pingpong. Di Indonesia pada PON I di Solo tahun 1948 tenis meja dimainkan. Teknik dasar tenis meja, yaitu memegang bet, menerima bola, forhand, backhand, push, drive, chop, service dan spin.
            Nomor-nomor dalam atletik meliputi nomor jalan, lari, lompat, dan lempar. Sejarah atletik merupakan olahraga tertua atau “mother of sport” ibu dari segala cabang olahraga.
            Teknik dasar lari, meliputi melangkah, gerakan badan, gerakan tangan, dan pandangan. Nomor-nomor pada lari jarak pendek (sprin) , nomor lari jarak menengah , dan nomor lari jarak jauh.
            Nomor lompat meliputi lompat jauh, lompat tinggi, lompat galah, dan lompat jangkit. Teknik dasar lompat jauh meliputi, awalan, tolakan, melayang, dan mendarat.
            Nomor lempar meliputi lempar cakram, tolak peluru, lempar lembing, dan lempar martil. Nomor-nomor lempar tujuannya mencapai lemparan atau tolakan sejauh-jauhnya.
            Pencak silat adalah hasil budaya bangsa Indonesia karena dikenal sejak abad ke 7 M. Pencak silat berfungsi sebagai seni, bela diri dan pendidikan. IPSI adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia. Teknik dasar pencak silat meliputi pukulan, tendangan, tangkapan, dan jatuhan atau bantingan.
            Judo adalah seni beladiri dari Jepang. Judo merupakan perkembangan dari teknik jujitsu. Tempat berlatih judo disebut dojo. Teknik judo meliputi teknik melempar, bergumul, dan menyerang. Induk organisasi judo Indonesia adalah PJSI.
Taekwondo adalah seni bela diri dari Korea yang menggunakan teknik kaki dan tangan kosong. Teknik dasarnya meliputi pukulan tendangan dan tangkian atau elakan.
Kebugaran jasmani mencakup aspek kesehatan dan performa. Unsur-unsur kebugaran jasmani, meliputi kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan jantung, dan paru-paru, fleksibilitas, koordinasi, agilitas, kecepatan, dan keseimbangan.
Bentuk-bentuk latihan kekuatan dan daya tahan otot, antara lain push up, pull up, squad thrust, sit up, dan back up. Daya tahan jantung dan paru-paru dilatih dengan joging, fartlek, dan interval training.
Bentuk-bentuk latihan kelentukan, antara lain meliukkan tubuh, membungkukkan badan, dan latihan perenggangan. Adapun latihan keseimbangan antara lain :
1.       Berdiri dengan 1 kaki
2.       Duduk mengangkat kedua kaki, dan
3.       Berjalan meniti titian.
Bentuk-bentuk latihan kecepatan, antara lain dengan lari sprin berulang-ulang dengan jarak yang terus bertambah. Adapun bentuk latihan kelincahan berupa shuttle run, lari zigzag, mengubah posisi tubuh, dan kelincahan bereaksi.
Kebugaran jasmani tetap terjaga dengan:
1.       Olahraga teratur
2.       Istirahat yang cukup
3.       Makan makanan yang bergizi
4.       Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Senam dasar adalah suatu bentuk gerakan yang menjadi dasar dari senam ketangkasan atau senam lantai.
Gerakan senam dasar contohnya gerakan keseimbangan. Gerak keseimbangan adalah gerakan mempertahankan keseimbangan terkait dengan gravitasi bumi, baik dalam posisi diam maupun bergerak. Gerak keseimbangan ada yang bertumpu pada kaki dan bertumpu selain kaki.
Senam lantai adalah senam yang mirip balet dan jungkir balik tanpa alat bantu. Pelaksanaanya dilantai bermatras ukuran 12X12 M. Contoh gerakan senam lantai adalah berguling kedepan dan berguling kebelakang. Latihan penunjang gerakan berguling antara lain sit up, back up, push up, cium lutut, dan sit up bentuk V.
Senam irama adalah gerakan senam yang diikuti irama atau ritme yang mngutamakan keindahan, kehalusan, keluwesan ,keharmonisan gerak , dan ketepatan gerak terhadap irama pengiringnya.
Teknik dasar gerakan senam irama, meliputi:
1.       Gerakan langkah kaki.
2.       Gerakan mengayun 1 lengan.
3.       Gerakan mengayun 2 lengan
4.       Gerakan melangkah dan mengayun.
Gerakan-gerakan tersebut diatas dapat dikuasai dengan baik melalui latihan yang disiplin dan teratur.
Salah satu aktivitas air adalah kegiatan renang. Latihan renang dimulai dari meluncur, latihan kaki , tangan , dan pengambilan nafas dan koordinasi gerakan. Nilai-nilai yang baik dalam renang adalah kedisiplinan, keberanian , dan kesehatan badan.
Renang gaya dada disebut juga renang gaya katak karena gerakannya mirip katak sedang berenang. Posis tubuh telungkup di air. Gerakan kaki meliputi menendang, manari, dan di rapatkan. Gerakan lengan meliputi menarik atau mendayung dan merapatkan.
Renang gaya bebas gerakan kakinya dilakukan ke atas dan ke bawah dengan pusat gerakannya di pangkal paha. Gerakan lengan di putar secara brgantian. Adapun pernapasan dilakukan mengikuti irama gerakan lengan dengan memiringkan atau menengokan kepala kesamping kiri atau kanan saja tergantung kebiasaan.
Hidup sehat dapat tercipta dengan menerapkan pola makan sehat, yaitu makanan yang bergizi dan higienis. Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Makanan gizi seimbang adalah komposisi makanan yang sesuai dengan kebutuhan energi manusia.
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin atau seksual. Penyakit menular seksual antara lain HIV/AIDS, sivilis, dan kencing nanah. Penyakit seksual menular dapat dicegah dengan menghindari hubungan seksual yang berbahaya. Jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu, dengan menerapkan pola hidup sehat. :D good luck everyone, keep your health with sport ;)










KEBISINGAN


K  E  B  I  S  I  N  G  A  N



1.      Pendahuluan
Kondisi lingkungan yang tidak sehat merupakan aspek yang berdampak buruk baik bagi masyarakat umumnya maupun bagi tenaga kerja. Lingkungan yang sehat akan berpengaruh pada gairah hidup dan motivasi bagi masyarakat. Aspek lingkungan yang mempengaruhi gairah dan motivasi baik bagi masyarakat umumnya maupun tenaga kerja khususnya adalah Lingkungan Fisik, Kimia dan Sosial. Salah satu faktor fisik yang sering dijumpai ditempat kerja dan lingkungan adalah kebisingan. Kebisingan merupakan masalah kesehatan kerja yang selalu timbul, baik pada industri besar seperti pabrik-pabrik maupun industri rumah tangga.
Meskipun demikian, kesadaran akan bahaya kebisingan masih kurang dipahami baik oleh kalangan masyarakat umum maupun para pekerja khususnya. Tidak jarang ditemukan bahwa keluhan akibat terjadinya gangguan pendengaran hanya dikaitkan dengan semakin bertambahnya usia atau karena sebab lain dan bukan karena pekerjaan di lingkungan bising.
Bunyi adalah sesuatu yang tidak dapat hindari dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan umumnya maupun di lingkungan kerja. Kebanyak bunyi yang terekam melalui telinga merupakan bagian dari pekerjaan. Tetapi sering bunyi-bunyi tersebut tidak kita inginkan. Contoh teriakan orang, bunyi mesin diesel yang melebihi ambang batas pendengan.
Kualitas bunyi sangat ditentukan oleh frekuensi dan intensitasnya. Frekuensi dinyatakan dalam jumlah getaran per detik yang disebut Hertz (Hz) yaitu jumlah gelombang-gelombang yang sampai di telinga setiap detiknya. Biasanya suatu kebisingan terdiri dari campuran sejumlah gelombang dari berbagai macam frekuensi. Sedangkan intersitas dinyatakan dalam suatu logarit yang disebut desibel (dB). Dengan ukuran intensitas inilah dapat ditentukan apakah bunyi termasuk bunyi yang bising atau tidak.
Dari ukuran-ukuran inilah dapat diklasifikasikan seberapa jauh bunyi-bunyi disekeliling kita yang yang dapat diterima atau dikehendaki atau tidak dikehendaki (bising). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tebel 1. dibawah ini.
Tabel1. Skala Intensitas Kebisingan
Skala Intensitas
Desibel
Sumber Kebisingan

120
Halilintar
Menulikan
110
Meriam

100
Mesin Uap

90
Perusahan sangat gaduh

80
Kantor Gaduh
Sangat hiruk
70
Jalan pada umumnya

60
Rumah gaduh
Sedang
50
Kantor umumnya 

40
Radio perlahan
Tenang
30
Rumah tenang

20
Percakapan

10
Suara-suara daun berisik
Batas terendah
0

Sumber: Notoatmodjo (1996) dan Chandra (2007)

2.      Pegertian Kebisingan
Bunyi yang tidak kita inginkan atau kehendaki inilah yang sering disebut bising atau Kebisingan. Kebisingan dapat pula diatikan suara atau bunyi yang salah pada tempat dan waktu yang salah.
Pengertian kebisingan banyak dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain :
(a).     Menurut Dennis, bising adalah suara yang timbul dari getaran – geteran yangh tidak teratur
(b).     Menurut Hirrs dan Ward, bising adalah suara yang kompleks yang mempunyai sedikit ataupun tidak mempunyai periodik, bentuk gelombang tak dapat diikuti atau diproduksi lagi dalam waktu tertentu.
(c).     Menurut Spooner, bising adalah suara yang tidak mempunyai kualitas musik.
(d).     Menurut Burn, Little and Wall, bising adalah suara yang tidak dikehendaki kehadirannya oleh yang mendengar dan mengganggu.
Kebisingan dapat ditimbulkan oleh berbagai kegiatan/ aktivitas. Penyebab timbulnya bising dapat dibedakan atas :
1.        Bising yang ditimbulkan oleh industri.
2.        Kemajuan transportasi : jalan lalu lintas, lalu lintas udara
3.        Elektrifikasi pada pemukiman.
4.        Mekanisme lain yang menimbulkan bising : penambangan, penggalian dll
5.        Miscellaneous Source : dari lapangan olah raga, daerah wisata, mesin pemotong rumput, dll.
Berdasarkan kontinuitas, intensitas, dan spektrum frekuensinya suara yang ada dapat dikelompokkan menjadi :
a)    Steady state and narrow band noise, yakni kebisingan yang terus menerus dengan spektrum suara yang sempit seperti suara mesin dan suara kipang angin.
b)    Nonsteady state and narrow band noise, yakni yakni kebisingan yang tidak terus menerus dengan spektrum suara yang sempit seperti suara mesin gergaji dan katup uap.
c)    Kebisingan intermiten, yakni kebisingan semacam ini terjadi sewaktu-waktu dan terputus, misalnya suara pesawat terbang dan kereta api.
d)    Kebisingan impulsif, yakni kebisingan yang impulsif atau yang menekan telinga, misalnya bunyi tembakan bedil, meriam atau ledakan bom.

3.      Dampak  Kebisingan
Telinga manusia hanya mampu menangkap suara yang ukuran intensitasnya berkisar antara 20-20.000 Hz dengan frekuensi suara sekitar 80 dB (batas aman). Pajanan terhadap suara atau bunyi yang melampaui batas aman di atas dalam waktu yang lama dapat berdapak buruk bagi manusia. Adapun dampak kebisingan adalah :


(a)      Dampak terhadap Kesehatan
Bising dapat mempengaruhi kesehatan manusia, pengaruhnya berupa :
1.     Kerusakan pada indra pendengar yang dapat menyebabkan ketulian progresif. Efek kebisingan biasanya bersifat sementara dan pemulihan dapat terjadi secara cepat, namun apabila seseorang terpajan secara kontinyu maka akan berdampak pada hilangnya daya dengar yang sifatnya permanen.
2.     Terjadinya peningkatan sensivitas tubuh seperti peningkatan sistem kardiovaskuler dimana terjadi kenaikan tekanan darah dan peningkatan denyut jantung. Dan apabila hal ini berlangsung dalam waktu yang lama akan berdampak pada penurunan konsentrasi dan kelelahan, dan dampat psikolgi seperti mudah tersinggung/lekas marah, susah tidur, dll.
3.     Kebisingan dapat pula menyebabkan perubahan pada sekresi hormon hipofisa, perubahan pada reaksi imunologi tubuh dan peningkatan sensivitas terhadap epinrpin dan non-epineprin pada sistim vaskular.

(b)      Dampak Terhadap Produktivitas Kerja
Kebisingan selain berdampak pada kesehatan berimplikasi juga terhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan dampak negatif kebisingan terhadap produktivitas kerja adalah :
1.     Gangguan. Pada umumnya kebisingan bernada tinggi sangat mengganggu apalagi kebisingan yang terputus-putus atau yang datang secara tiba-tiba (tidak terduga) dan akan sangat terasa jika sumber kebisingan tidak diketahui sumbernya.
2.     Komunikasi denga pembicaraan. Dampak nagatif potensial bagi pendengan jika komunikasi dengan cara berteriak. Pembicaraan dengan cara tersebut dapat menyebabkan menyebabkan kesalahan dan kecelakaan kerja terutama pada pekerja baru.
3.     Efek pada pekerjaan. Kebisingan dapat mengganggu konsentrasi pekerja pada pekerjaannya karena dapat menyebabkan reaksi psikologi dan kelehan. Pekerjaan yang banyak menggunakan otak sebaiknya kebisingan ditekan serendah mungkin.
4.     Rekasi masyarakat.  Kebisingan akibat suatu proses produksi yang demikian hebatnya pengaruhnya pasti sangat besar. Masyarakat sekitar pun pasti mengajukkan dan menuntut agar kegiatan produksi tersebut segera dihentikan.

4.      Pengendalian Kebisingan
Kebisingan baik dilingkungan yang luas maupun dilingkungan kerja dapat dikendalikan dengan berbagai cara. Adapun beberapa cara untuk mengendalikan sumber kebisingan diataranya adalah :
(a)      Mengurangi sumber kebisingan, dengan jalan menempatkan peredam suara pada sumber kebisingan, melakukan modifikasi mesin atau bangunan, mengganti mesin dan menyusun perencanaan bangun baru.
(b)      Menempatkan penghalang pada jalan transmisi suara dengan jalan isolalasi ruangan kerja dengan ruangan mesin. Agar upaya tersebut efektif maka bahan yang dugunakan untuk menutup harus kuat dan dilapisi oleh bahan penyerap suara sehingga tidak menimbulkan getaran.
(c)       Perlindungan dengan menggunakan sumbat atau penyumbat telinga. Tutup telingan biasanya jauh lebih efektif dibandingkan penyumbat telinga. Alat semacam ini dapat mengurangi intensitas kebisingan sampai sekitar 20-25 dB.

5.      Instrument dan Metoda Pengukuran Kebisingan
(a). Instrumen untuk mengukur kebisingan
Alat utama untuk mengukur tingkat kebisingan adalah sound level meter. Alat ini berfungsi mengukur kebisingan antara 20-20.000 Hz. Dalam alat ini sudah terpasang sistem kalibrasi tersendiri. Sedangkan untuk analisis frekuensi biasanya menggunakan alat oktave band analyser. Sedangkan untuk analisis lebih lanjut digunakan narrow band analyser.
Untuk kebisingan yang terputus-putus biasanya direkam lebih dahulu dengan menggunakan tape recorder berkualitas tinggi yang mampu merekam suara dengan frekuensi antara 20-30 KHz. Kaset tersebut kemudian dibawah ke laboratorium dan dianalisis. Untuk kebisingan yang sifatnya impulsif pengukuran dapat menggunakan alat impact noise analyser.
(b). Metoda Pengukuran
Cara Pengukuran :
a.    Di kantor : 
-          Pengukuran dilakukan dengan memperkirakan posisi telinga pekerja. Pengukuran dilakukan pada posisi yang mewakili tempat para pekerja bergerak dan 1,2 – 1,5 m diatas lantai.
-          Sound Level Meter didekatkan pada sumber bising selama ± 10 mnt, lihat hasilnya.
b.        Di lingkungan umum ( pengukuran di luar/ di jalan )
-          Posisi pengukuran dipilih pada tepi jalan.
-          Sound Level Meter diarahkan kearah tengah jalan, dan pada ketinggian 1,2 – 1,5 m diatas tanah.
-          Pengukuran dilakukan sebanyak 7 kali pengukuran
-          Dengan Integrating Sound Level Meter, dengan waktu ukur setiap 5 detik, dilakukan pengukuran selama 10 menit.
-          Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam ( Lsm) dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi selama 16 jam (Ls) pada selang waktu 06.00 – 22.00 dan aktifitas malam hari selama 8 jam (Lm) pada selang 22.00 – 06.00.
-          Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling 3 waktu pengukuran.
-          Waktu pengukuran tersebut terdiri atas :
 L1 diambil pada jam 07.00 mewakili jam 06.00 – 09.00
L2 diambil pada jam 10.00 mewakili jam 09.00 – 14.00
 L3 diambil pada jam 15.00 mewakili jam 14.00 – 17.00
 L4 diambil pada jam 20.00 mewakili jam 17.00 – 22.00
 L5 diambil pada jam 23.00 mewakili jam 22.00 – 24.00
 L6 diambil pada jam 01.00 mewakili jam 24.00 – 03.00
 L7 diambil pada jam 04.00 mewakili jam 03.00 – 06.00

2.        Hasil Perhitungan
Ls        = 10 log 1/16 ( T1.10 0,1L1 + ... + T4.100,1L4 ) dB(A)
Lm       = 10 log 1/8 ( T5.10 0,1L5 + ... + T7.100,1L7 ) dB(A)
Lsm     =  10 log 1/24 ( 16.10 0,1Ls + 8.100,1Lm +5 ) dB(A)
Keterangan :
Ls        = Leq selama siang hari
Lm       = Leq selama malam hari
Lsm     = Leq selama siang dan malam hari
T          = waktu pengukuran selam 10 mnt = 1/6 jam

6.    Standar Yang Dipergunakan
1.     Keputusan Menaker Nomor 51 / Men / 1999 tanggal 16 April 1999, untuk waktu pemajanan 8 jam , Intensitas Kebisingan yang diperbolehkan tidak melebihi 85 dBA.
Waktu Pemejanan
Intensitas Kebisingan (dB)
8 jam
85
4 jam
88
2 jam
98
1 jam
91
30 menit
94
15 menit
97
7,5 menit
100
3,75 menit
106
1,88 menit
109
0,94 menit
112
28,12 detik
115
14,06 detik
118
7,03 detik
121
3,52 detik
124
1,76 detik
127
0,88 detik
130
0,44 detik
133
0,22 detik
136
0,11 detik
139

2.     Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-48 / MENLH / 1996 tanggal 25 Nopember 1996
BAKU TINGKAT KEBISINGAN
PERUNTUKAN KAWASAN /                                     Tingkat Kebisingan db(A)
LINGKUNGAN KEGIATAN
  1. Peruntukan kawasan                                                           
  1. Perumahan dan pemukiman                                   55
  2. Perdagangan dan jasa                                             70
  3. Perkantoran dan perdagangan                                65
  4. Ruang terbuka hijau                                               50
  5. Industri                                                                   70
  6. Pemerintahan dan fasilitas umum                          60
  7. Rekreasi                                                                 70
  8. Khusus :
-          Bandar Udara*
-          Stasiun kereta api*
-          Cagar budaya                                                            60
-          Pelabuhan laut                                                          70
  1. Lingkungan Kegiatan
  1. Rumah sakit atau sejenisnya                                  55
  2. Sekolah atau sejenisnya                                         55
  3. Tempat ibadah atau sejenisnya                              55


Total Tayangan Laman

*/ /* Use this with templates/template-twocol.html */ body { background:$bgcolor; margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center; background-color:#ffffff; background-image: url(http://i152.photobucket.com/albums/s167/condle/images/1217-1283827023-bg.png); background-attachment: scroll; background-position: top left; background-repeat: repeat; border-color:#a80014; border-width:0px; border-style: solid; } a:link { color:$linkcolor; text-decoration:none; } a:visited { color:$visitedlinkcolor; text-decoration:none; } a:hover { color:$titlecolor; text-decoration:underline; } a img { border-width:0; } /* Header ----------------------------------------------- */ #header-wrapper { width:660px; margin:0 auto 10px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } #header-inner { background-position: center; margin-left: auto; margin-right: auto; } #header { margin: 5px; border: 1px solid $bordercolor; text-align: center; color:$pagetitlecolor; background-color:$boxcolor; } #header h1 { margin:5px 5px 0; padding:15px 20px .25em; line-height:1.2em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; font: $pagetitlefont; } #header a { color:$pagetitlecolor; text-decoration:none; } #header a:hover { color:$pagetitlecolor; } #header .description { margin:0 5px 5px; padding:0 20px 15px; max-width:700px; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; line-height: 1.4em; font: $descriptionfont; color: $descriptioncolor; } #header img { margin-left: auto; margin-right: auto; } /* Outer-Wrapper ----------------------------------------------- */ #outer-wrapper { width: 660px; margin:0 auto; padding:10px; text-align:left; font: $bodyfont; } #main-wrapper { width: 410px; float: left; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */ overflow: hidden; /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */ } #sidebar-wrapper { width: 220px; float: right; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */ overflow: hidden; /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */ } /* Headings ----------------------------------------------- */ h2 { margin:1.5em 0 .75em; font:$headerfont; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:$sidebarcolor; } /* Posts ----------------------------------------------- */ h2.date-header { margin:1.5em 0 .5em; } .post { margin:.5em 0 1.5em; border-bottom:1px dotted $bordercolor; padding-bottom:1.5em; } .post h3 { margin:.25em 0 0; padding:0 0 4px; font-size:140%; font-weight:normal; line-height:1.4em; color:$titlecolor; } .post h3 a, .post h3 a:visited, .post h3 strong { display:block; text-decoration:none; color:$titlecolor; font-weight:normal; } .post h3 strong, .post h3 a:hover { color:$textcolor; } .post p { margin:0 0 .75em; line-height:1.6em; } .post-footer { margin: .75em 0; color:$sidebarcolor; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font: $postfooterfont; line-height: 1.4em; } .comment-link { margin-left:.6em; } .post img { padding:4px; border:1px solid $bordercolor; } .post blockquote { margin:1em 20px; } .post blockquote p { margin:.75em 0; } /* Comments ----------------------------------------------- */ #comments h4 { margin:1em 0; font-weight: bold; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color: $sidebarcolor; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } #comments-block { margin:1em 0 1.5em; line-height:1.6em; } #comments-block .comment-author { margin:.5em 0; } #comments-block .comment-body { margin:.25em 0 0; } #comments-block .comment-footer { margin:-.25em 0 2em; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } #comments-block .comment-body p { margin:0 0 .75em; } .deleted-comment { font-style:italic; color:gray; } #blog-pager-newer-link { float: left; } #blog-pager-older-link { float: right; } #blog-pager { text-align: center; } .feed-links { clear: both; line-height: 2.5em; } /* Sidebar Content ----------------------------------------------- */ .sidebar { color: $sidebartextcolor; line-height: 1.5em; } .sidebar ul { list-style:none; margin:0 0 0; padding:0 0 0; } .sidebar li { margin:0; padding:0 0 .25em 15px; text-indent:-15px; line-height:1.5em; } .sidebar .widget, .main .widget { border-bottom:1px dotted $bordercolor; margin:0 0 1.5em; padding:0 0 1.5em; } .main .Blog { border-bottom-width: 0; } /* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid $bordercolor; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font: $postfooterfont; color: $sidebarcolor; font-weight: bold; line-height: 1.6em; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } .profile-link { font: $postfooterfont; text-transform: uppercase; letter-spacing: .1em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { width:660px; clear:both; margin:0 auto; padding-top:15px; line-height: 1.6em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; text-align: center; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { margin-left: 0px; margin-right: 0px; } .bloggerBar { background-color:#ff6600; color:#114477; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size:10px; text-align:left; font-weigth:bold; padding:2px 2px 2px 6px;} .bloggerBar a {color:#114477;} .logo {float:right;padding-right:9px;} ]]>
*/ /* Use this with templates/template-twocol.html */ body { background:$bgcolor; margin:0; color:$textcolor; font:x-small Georgia Serif; font-size/* */:/**/small; font-size: /**/small; text-align: center; background-color:#ffffff; background-image: url(http://i152.photobucket.com/albums/s167/condle/images/1217-1283827023-bg.png); background-attachment: scroll; background-position: top left; background-repeat: repeat; border-color:#a80014; border-width:0px; border-style: solid; } a:link { color:$linkcolor; text-decoration:none; } a:visited { color:$visitedlinkcolor; text-decoration:none; } a:hover { color:$titlecolor; text-decoration:underline; } a img { border-width:0; } /* Header ----------------------------------------------- */ #header-wrapper { width:660px; margin:0 auto 10px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } #header-inner { background-position: center; margin-left: auto; margin-right: auto; } #header { margin: 5px; border: 1px solid $bordercolor; text-align: center; color:$pagetitlecolor; background-color:$boxcolor; } #header h1 { margin:5px 5px 0; padding:15px 20px .25em; line-height:1.2em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; font: $pagetitlefont; } #header a { color:$pagetitlecolor; text-decoration:none; } #header a:hover { color:$pagetitlecolor; } #header .description { margin:0 5px 5px; padding:0 20px 15px; max-width:700px; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; line-height: 1.4em; font: $descriptionfont; color: $descriptioncolor; } #header img { margin-left: auto; margin-right: auto; } /* Outer-Wrapper ----------------------------------------------- */ #outer-wrapper { width: 660px; margin:0 auto; padding:10px; text-align:left; font: $bodyfont; } #main-wrapper { width: 410px; float: left; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */ overflow: hidden; /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */ } #sidebar-wrapper { width: 220px; float: right; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; word-wrap: break-word; /* fix for long text breaking sidebar float in IE */ overflow: hidden; /* fix for long non-text content breaking IE sidebar float */ } /* Headings ----------------------------------------------- */ h2 { margin:1.5em 0 .75em; font:$headerfont; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color:$sidebarcolor; } /* Posts ----------------------------------------------- */ h2.date-header { margin:1.5em 0 .5em; } .post { margin:.5em 0 1.5em; border-bottom:1px dotted $bordercolor; padding-bottom:1.5em; } .post h3 { margin:.25em 0 0; padding:0 0 4px; font-size:140%; font-weight:normal; line-height:1.4em; color:$titlecolor; } .post h3 a, .post h3 a:visited, .post h3 strong { display:block; text-decoration:none; color:$titlecolor; font-weight:normal; } .post h3 strong, .post h3 a:hover { color:$textcolor; } .post p { margin:0 0 .75em; line-height:1.6em; } .post-footer { margin: .75em 0; color:$sidebarcolor; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font: $postfooterfont; line-height: 1.4em; } .comment-link { margin-left:.6em; } .post img { padding:4px; border:1px solid $bordercolor; } .post blockquote { margin:1em 20px; } .post blockquote p { margin:.75em 0; } /* Comments ----------------------------------------------- */ #comments h4 { margin:1em 0; font-weight: bold; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.2em; color: $sidebarcolor; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } #comments-block { margin:1em 0 1.5em; line-height:1.6em; } #comments-block .comment-author { margin:.5em 0; } #comments-block .comment-body { margin:.25em 0 0; } #comments-block .comment-footer { margin:-.25em 0 2em; line-height: 1.4em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; } #comments-block .comment-body p { margin:0 0 .75em; } .deleted-comment { font-style:italic; color:gray; } #blog-pager-newer-link { float: left; } #blog-pager-older-link { float: right; } #blog-pager { text-align: center; } .feed-links { clear: both; line-height: 2.5em; } /* Sidebar Content ----------------------------------------------- */ .sidebar { color: $sidebartextcolor; line-height: 1.5em; } .sidebar ul { list-style:none; margin:0 0 0; padding:0 0 0; } .sidebar li { margin:0; padding:0 0 .25em 15px; text-indent:-15px; line-height:1.5em; } .sidebar .widget, .main .widget { border-bottom:1px dotted $bordercolor; margin:0 0 1.5em; padding:0 0 1.5em; } .main .Blog { border-bottom-width: 0; } /* Profile ----------------------------------------------- */ .profile-img { float: left; margin: 0 5px 5px 0; padding: 4px; border: 1px solid $bordercolor; } .profile-data { margin:0; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; font: $postfooterfont; color: $sidebarcolor; font-weight: bold; line-height: 1.6em; } .profile-datablock { margin:.5em 0 .5em; } .profile-textblock { margin: 0.5em 0; line-height: 1.6em; } .profile-link { font: $postfooterfont; text-transform: uppercase; letter-spacing: .1em; } /* Footer ----------------------------------------------- */ #footer { width:660px; clear:both; margin:0 auto; padding-top:15px; line-height: 1.6em; text-transform:uppercase; letter-spacing:.1em; text-align: center; padding: 5px; border:1px solid $bordercolor; background-color:$boxcolor; } /** Page structure tweaks for layout editor wireframe */ body#layout #header { margin-left: 0px; margin-right: 0px; } .bloggerBar { background-color:#ff6600; color:#114477; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size:10px; text-align:left; font-weigth:bold; padding:2px 2px 2px 6px;} .bloggerBar a {color:#114477;} .logo {float:right;padding-right:9px;} ]]>
Powered by Blogger.

Weekly post